Oleh: KudaLiar | 11 September 2010

Kenapa Istana Bima Disebut ASI ? (via Romantika Bima)

Kenapa Istana Bima Disebut ASI ? Kalau di Jogjakarta disebut Kerathon karena disitu adalah tempat tinggal Ratu. Sedangkan di Bima bernama Asi. Asi secara Etimologi berarti Mengeluarkan dari dalam perut baik melalui mulut maupun alat kelamin. Secara Terminologi berarti Rumah  atau bagian yang berfungsi sebagai pusat Pemerintahan, Peradilan, Pengembangan Agama dan Budaya serta tempat tinggal Raja/Sultan beserta keluarganya. Dari dua tinjauan di atas jelas bahwa Asi adalah tempat u … Read More

via Romantika Bima

Oleh: KudaLiar | 10 September 2010

Pacoa Jara (Pacuan Kuda) (via OmpuNdaru’s Blog)

Pacoa Jara (Pacuan Kuda) DATANG ke Bima berarti harus meluangkan waktu menonton Pacuan kuda. Lupakan Khayalan tentang hotel mewah dan spa. Langsung saja menengok kekayaan adat dan budaya  di Kabupaten paling timur yang terletak di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat ini. Maka, bersiaplah memacu adrenalin. Terjebak dalam kepulan debu, menangkap kibaran warna-warni pakaian joki, pun derap puluhan kaki kuda. Joki cilik beraksi sambil menggerakkan pecut di tangan. Tampil bera … Read More

via OmpuNdaru's Blog

ini adalah destinasi pertama dalam Petualangan keliling NTB – Program ACI DetikCom. ini adalah bahan referensi saja, bukan tulisan saya

BIMA TIMUR: Pesona Pulau Ular di Kabupaten Bima Timur

via BIMA TIMUR: Pesona Pulau Ular di Kabupaten Bima Timur.

Oleh: KudaLiar | 26 Juli 2010

Anambas – The Hidden Destination

Pada bulan Mei 2007, saya berkesempatan eksplorasi kepualauan Natuna, khususnya di kawasan Anambas. Lebih kurang sebulan keliling kawasan yang termasuk daerah perbatasan ini sangat banyak hal baru yg di temui.

Alam yang masih asri, penduduk yang bersahaja, kebudayaan yang unik, menghasilkan suatu pengalaman yang menakjubkan selama di Anambas ini

Sejak Desember 2008, Kawasan Anambas menjadi kabupaten tersendiri.

Baca Lanjutannya…

Dilli, 22 Agustus 1999

Setelah 23 jam menunggu di peraiaran Dilli, akhirnya jam 1 siang, KRI Teluk Cirebon yg membawa rombongan sekitar 300 observer dalam negeri untuk Jajak Pendapat TimTim akhirnya merapat juga ke Dermaga. Panas, gersang dan misteri langsung terasa begitu menginjakan kaki di bumi Lorosae. Mata-mata penuh selidik dari orang-orang di sekitar pelabuhan mengamati kami. Kami langsung naik bus ¾ atau kalo di jawa barat disebut bus elf.

Perasaan lega dan was-was campur aduk. Takut tiba-tiba kami di serang atau di tembaki. Untuk mencairkan suasana, aku coba ajak seorang anak yang jadi kenek di bus itu. “bis ini biasanya disebut apa dek ?”. anak tersebut menjawab, “ooo..ini Kolmera, om”. Aku pikir itu sebutan utk mobil jenis Colt, buatan Mitsubishi. Kelak, besoknya aku baru tau, kalau Kolmera itu nama pasar di dekat pelabuhan Dilli.

Baca Lanjutannya…

Senin, 21 Desember 2009, sekitar pukul 10, Ma’mun telpon, “ boss….kita terpilih jadi pemenang dari lomba esai di blog nya pak Anin!”. Sesaat beragam rasa membuncah, senang, gembira, kaget, bingung bercampur aduk di dada ini. “Cek email boss….”, kata Ma’mun. Ketika aku cek email, ternyata beneran ada email dari pak Anin langsung yang mengundang untuk makan siang di Hotel Interkontinental dan akan menyerahkan langsung hadiah hape music box nya sambil diskusi dan ngobrol-ngobrol.

Baca Lanjutannya…

Oleh: KudaLiar | 21 Januari 2010

Kontrol Otak

Tentang kebiasaan jelek. Sebenarnya itu kan masalah kebiasaan aja. Alam bawah sadar sudah ter sugesti bahwa melakukan itu adalah tidak apa-apa.

Dan seringnya emang nikmat

Penggerak Utama dari hampir semua tindakan kita adalah otak. Gue dulu sempat bikin yg namanya teori control otak. Apa yg kita lakukan karna inisiate oleh otak, di approve oleh hati dan dijalankan oleh tubuh.

Baca Lanjutannya…

Oleh: KudaLiar | 7 Januari 2010

Ketika bumi dan langit bertemu

Senin, 21 Desember 2009, sekitar pukul 10, Ma’mun telpon, “ boss….kita terpilih jadi pemenang dari lomba esai di blog nya pak Anin!”. Sesaat beragam rasa membuncah, senang, gembira, kaget, bingung bercampur aduk di dada ini. “Cek email boss….”, kata Ma’mun. Ketika aku cek email, ternyata beneran ada email dari pak Anin langsung yang mengundang untuk makan siang di Hotel Interkontinental dan akan menyerahkan langsung hadiah hape music box nya sambil diskusi dan ngobrol-ngobrol.

Baca Lanjutannya…

Oleh: KudaLiar | 17 Desember 2009

Tentang Pengkhianatan

Kisah paling tragis dalam suatu perjuangan adalah cerita ttg pengkhiatan. Segala macam emosi akan terlibat. Marah, sedih, kecewa, sakit hati dan amarah. Semua bercampur aduk dan seakan ingin meledak dalam waktu bersamaan. Ironis nya seringkali berakibat kekalahan bagi pihak yg berjuang untuk kebenaran. Sungguh menggemaskan jika melihat bagaimana seorang pengkhianat sukses menyelingkuhi rekannya.

Kisah pengkhianatan paling terkenal di negeri ini adalah peristiwa Pengkhiatan PKI pada tanggal 30 Sept 1065. Terlepas apakah pengkhiatan tersebut adalah rekayasa, dan biasanya pengkhiatan memang hasil dari rekayasa, peristiwa tersebut telah berhasil menjadikan dirinya sebagai suatu contoh perbuatan keji yg tak terampuni. Bahkan Rasulullah pun pernah mengalami kekalahan dalam perang uhud karna pengkhiatan. Banyak kisah2 perjuangan lainnya yg berakhir tragis dengan kekalahan karna suatu pengkhiatan. Seakan suatu menjadi kelaziman jika dalam perjuangan selalu melahirkan pengkhianat-pengkhianat.

Dalam skala kecil, gue pernah ngalamin. Bahkan sampai saat ini tak bisa dilupakan bagaimana sesuatu yg dibangun dengan perjuangan tiba-tiba malah balik menikam. Tidak sekali dua kali. Tapi justru bertubi-tubi pengkhianatan itu membuat gue jadi terbiasa. Mungkin Tuhan memberi jalan gue untuk introspeksi diri. Tapi mungkin juga Tuhan sedang menguji kesetiaan gue pada cita-cita dan kekuatan tekad dalam berjuang.

ES Ito dalam novel Negara Kelima pernah menulis, “sudah menjadi tradisi orang Minang, jadi pionir dan tersingkir”

Kebetulan gue juga adalah orang Minang.

*ingin bercerita ttg pengkhiatan, tapi justru membuat kenangan pahit itu muncul kembali…

Pertemuan (Ekstra) ; Lopa, Hoegeng, Natsir dan Hari Pahlawan.

by e.s. ito ~ November 10th, 2009

Semenjak Eyang Harto berhasil menangkap dan memenjarakan Sutan Sjahrir alias Si Kancil yang katanya atas berkat jasaku itu, dengan beban dosa yang begitu besar di dada aku tidak tahu harus kemana. Eh Stop Dulu! Bagi kalian para pembaca sok intelek yang tidak mengerti dengan prolog tulisan ini baiknya kalian baca tulisanku berjudul, Pertemuan (1), (2) dan (3) yang dapat kalian temukan di blog ini. Kalau kalian juga tetap tidak mengerti, sudahlah jadi tukang pijat sama pengedar sabu saja kalian kayak si Ong Juliana Gunawan. Dengan begitu, tanpa perlu mematut diri sebagai intelektual berpikiran maju, kalian bisa berkawan dengan elit-elit keren yang senantiasa butuh “duren”. Tetapi sudahlah, kalian mengerti atau tidak, aku tidak pernah peduli. Lagipula dalam dunia yang semakin aneh ini, terkadang kita bebas menulis tanpa perlu dimengerti. Nah, aku lanjutkan cerita petualanganku di dunia antara ini ya.

Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.