Kisah paling tragis dalam suatu perjuangan adalah cerita ttg pengkhiatan. Segala macam emosi akan terlibat. Marah, sedih, kecewa, sakit hati dan amarah. Semua bercampur aduk dan seakan ingin meledak dalam waktu bersamaan. Ironis nya seringkali berakibat kekalahan bagi pihak yg berjuang untuk kebenaran. Sungguh menggemaskan jika melihat bagaimana seorang pengkhianat sukses menyelingkuhi rekannya.
Kisah pengkhianatan paling terkenal di negeri ini adalah peristiwa Pengkhiatan PKI pada tanggal 30 Sept 1065. Terlepas apakah pengkhiatan tersebut adalah rekayasa, dan biasanya pengkhiatan memang hasil dari rekayasa, peristiwa tersebut telah berhasil menjadikan dirinya sebagai suatu contoh perbuatan keji yg tak terampuni. Bahkan Rasulullah pun pernah mengalami kekalahan dalam perang uhud karna pengkhiatan. Banyak kisah2 perjuangan lainnya yg berakhir tragis dengan kekalahan karna suatu pengkhiatan. Seakan suatu menjadi kelaziman jika dalam perjuangan selalu melahirkan pengkhianat-pengkhianat.
Dalam skala kecil, gue pernah ngalamin. Bahkan sampai saat ini tak bisa dilupakan bagaimana sesuatu yg dibangun dengan perjuangan tiba-tiba malah balik menikam. Tidak sekali dua kali. Tapi justru bertubi-tubi pengkhianatan itu membuat gue jadi terbiasa. Mungkin Tuhan memberi jalan gue untuk introspeksi diri. Tapi mungkin juga Tuhan sedang menguji kesetiaan gue pada cita-cita dan kekuatan tekad dalam berjuang.
ES Ito dalam novel Negara Kelima pernah menulis, “sudah menjadi tradisi orang Minang, jadi pionir dan tersingkir”
Kebetulan gue juga adalah orang Minang.
*ingin bercerita ttg pengkhiatan, tapi justru membuat kenangan pahit itu muncul kembali…
-6.391841
106.806039
Komentar Terakhir