Oleh: KudaLiar | 16 Februari 2010

Makan siang bersama pak Anindya Bakrie : Untuk sukses kita harus belajar kalah

Senin, 21 Desember 2009, sekitar pukul 10, Ma’mun telpon, “ boss….kita terpilih jadi pemenang dari lomba esai di blog nya pak Anin!”. Sesaat beragam rasa membuncah, senang, gembira, kaget, bingung bercampur aduk di dada ini. “Cek email boss….”, kata Ma’mun. Ketika aku cek email, ternyata beneran ada email dari pak Anin langsung yang mengundang untuk makan siang di Hotel Interkontinental dan akan menyerahkan langsung hadiah hape music box nya sambil diskusi dan ngobrol-ngobrol.

Sebagai seorang staff dalam perusahaan dengan karyawan sebanyak 1700 orang, duduk bersama Presiden Direktur di ruangan dan meja yg sama merupakan suatu pengalaman yg langka. Bukan sekedar duduk makan bersama, tapi juga sambil diskusi dan ngobrol-ngobrol. Sangat jarang rasanya seorang pejabat tinggi, apalagi sekelas Presiden Direktur mau berdiskusi dan mendengar masukan-masukan dari karyawan level staff dan bahkan dari seorang office boy. Segala sekat structural dan psikologis rasanya jebol pada saat itu. Seperti pepatah orang Minang, Duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Terasa sekali bahwa pak Anin sangat open minded, egaliter dan tidak membeda-bedakan semua orang.

Kondisi egaliter dan open minded tersebut yang memacu banjirnya ide-ide kreatif. Karna terkadang ide kreatif itu justru muncul dari orang-orang yang tidak diduga sebelumnya. Namun seringkali dalam kondisi perusahaan yang masih kental suasana feodal-nya, ide-ide dari bawah tersebut hilang begitu saja karna begitu banyak lapisan yang harus ditembus agar sampai ke atas.

Rabu, 23 Desember 2009. Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. Bertempat di ruang Asoka – Hotel Intercontintental, aku sempat terlambat datang karna harus menyelesaikan tugas dulu di ruangan lain di hotel tersebut. 8 orang yang terpilih sudah berkumpul dan ikut pula hadir pak Erik Meijer, bu  Revi dan bos-bos dari SONY, MUSICA, WARNER, dll. Suasana terasa cair karna pak Anin pun membawakan dirinya dengan rileks dan informal. Sambil mencicipi menu hotel, 8 orang pemenang dan pak Anin duduk melingkar di meja. Pak Anin memulai obrolan ttg latar belakang kenapa beliau membuat semacam quiz di blog nya. Beliau beralasana ingin menghidupkan industri kreatif, dan pembajakan adalah penghalang Utama dari industry kreatif tersebut. Lalu pak Anin juga bercerita ttg bagaimana visi dan misi usaha Bakrie. Salah satu yang paling berkesan adalah nasihat beliau, Untuk sukses kita harus belajar kalah, yaitu belajar dari untuk menerima kekalahan dan bangkit untuk menang. Sempat bertanya pada pak Anin, melihat begitu tinggi kesibukan beliau, hari kerja biasa rata-rata 12 jam sehari dan hari libur pun maish kerja sekitar 6 jam sehari. Namun keluarga nya terlihat sangat harmonis. Lalu bagaimanakah cara beliau mengatur waktu dengan keluarga. Menurut beliau, keluarga itu adalah hal yang Utama. Kita tidak akan bahagia jika keluarga tidak harmonis. Tetapi keluarga juga harus memahami pekerjaan kita. Jika kita tidak bisa mengejar kuantitas pertemuan dengan keluarga, minimal kita harus mengejar kualitas pertemuan yang maksimal. Walau hanya sejam dua jam sehari, tapi kualitas pertemuan dan perhatian sama keluarga harus maksimal.

Karena keasyikan ngobrol, ternyata kita baru ingat bahwa ternyata sesama kita belum pada saling kenal. Akhirnya dengan dipandu oleh pak Anin, kita semua saling memperkenalkan diri. Ternyata ada yang dari Surabaya, ada yang masih mahasiswa da nada personel group Neo yang sempat menanyakan bagaimana mekanisme kerjasama antara pihak operator dan musisi. Tak terasa waktu berjalan lebih dari satu jam, perut sudah kenyang, otak sudah berisi banyak masukan berarti, hati pun sudah senang karna dapat hadiah hape dari pak Anin langsung.

Terima kasih banyak pak Anin..semoga iklim egaliter dan open minded nya menular ke yang lain…


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.